Dalama wacana pengetahuan sebenarnya pengertian filsafat adalah sangan sederhaana dan mudah di pahami.Filsafat adalah satu bidang ilmua yang senang tiasa ada dan menyertai kehidupan manusia.Dengan lain perkataan bahwa manusia senang tiasa hidup,maka sebenarnya dia tidak bisa mengelak dengan filsafat,atau dalam kehidupan manusia senag tiasa berfilsafat.jikalau seseorang hanya berpandangan bahwa materi merupakan sumber kebenaran dalam kehidupan,maka orang tersebut berfilsafat matealisme.jikalau bahwa seseorang berpandangan bahwa kenikmatan adalah merupakan sesuatu yang terpentinga dan tertinggi dalam kehidupan maka orang tersebut maka orang tersebut berpandangan Hedonisame.demikian juaga jika seseorang berpandangan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah kebebasa berindividu,maka orang tersebut berfilsafat liberalisme,jikalau seseorang memisahkan antara bermasyarak dan bernegara serta beragama maka orang tersebut berfilsafat sekuralisme,dan masih banyak sekali filsafat lainnya.
Sebelum di pahami lebih lanjut tentang pengertian filsafat maka dipandang penting untuk memehami istilah dan pengertian filsafat.secara entimologi filsafat berasal dari bahasa yunani philein yang artinya cinta dan sophos yang artinya hikmat atau kebijaksanaan atau window.jadi secara harfiah istilah filsafat mengandung makna cinta kebijaksanaan.Hal ini nampaknya sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan,yang sebelumnya di bawah naungan filsafat.Jadi manusia dalam kehidupan pasti memilih apa pandangan dalam hidup yang dianggap paling benar,paling baik dan membawa kesejahteraan dalam kehidupannya,dan piliahan manusia sebagai suatu pandangan dalam hidupnya itulah yang di sebut filsafat.pilihan suatu bangsa atau manusia inilah yang menentukan tujuan hidupnya dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupan.
jikalau di tunjuk dalam pembahasannya,maka filsafat meliputi banyak bidang antara lain tentang manusia,masyarakat,alam,pengetahun,etika,logika,agam,estetika dan bidang lainnya oleh karena itu seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan maka muncuk dan berkembang ilmu fisafat yang berkaitan dengan ilmu dan bidang-bidan tertentu,misal filsafat sosial,filsafat hukum ,filsafat politik,filsafat bahasa,dan filsafat yang berkaitan dengan ilmu lainnya
keseluruhan filsafat tersebut dapat di kelompokkan menjadi 2 maca yaitu sebagai berikut
- pengetian filsafat yang mencakup arti-arti filsafat sebagai jenis pengetahuan ilmu konsep dan para filsuf pada zaman dahulu teori sistem atau pandangan tertentu yang merupakan hasil peroses berfilsafat dan mempunyai ciri-ciri tertentu
- filsafat sebagai suatu jenis problema yang di hadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat.filsafat dalam pengertian jenis ini mempunyai ciri-ciri khas tertentu sebagaii suatu hasil berfilsafat dan pada umumnya proses pemecahan persoalan filsafat di selesaikan dengan kegiatan berfilsafat(dalam pengertian filsafat sebagai proses yang di namis)
kedua filsafat sebagai proses yang mencakup pengertian
filsafat yang diartikan sebagai bentuk suatu aktivitas berfilsafat,dalm peroses pemecahan suatu permasalah dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahnnya.dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang besifat dinamis.filsafat ini tidak lagi hanya merupakan sekumpulan dogma yang hanya di yakini dan ditekuni dan di pahami sebagai suatu nilai tertentu,tetapi merupakan suatu sistem untuk berfilsafat,suatu peroses yang di namis dengan mengguanakan suatu cara dan metode tersendiri
B.PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM
Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat.yang di maksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan,saling bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh,sistem lazimnya mempunyai ciri-ciri berikut
- Suatu kesatuan bagian-bagian
- Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
- saling berhubuanga saling bergantungan
- kesemuanya di maksudkan untuk mencapai satu tujuan besama(tujuan sistem)
- terjadi dalam suatu sitem yang kompleks
Pancasilat terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila pancasila setiap sila merupakan suatu asas tersendiri,fungsi-funsi dan tujuan tertentu,yaitu suatu masyarakat yang makmur berdasarkann pancasila.isi sila-sila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan.Dasar negara indonesia terdiri atas lima sila yang masing-masing yang merupakan suatu asas peradaban.Namun dekian silai-sila pancasila itu bersam-sam merupakan suatu kesatuan dan keutuhan,setiap sila merupakan suatu unsur(bagian yang mutlak) dari kesatuan pancasil.Maka dasar suatu pancasila adalah merupakan suatu dasar yang majemuk tunggal (majemuk aritnya jamak)(tunggal artinya satu).konsekuensinya setiap sila tidak bisa berdiri sendiri terpisah dari sila yang lain
Sila-sila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu sistem organis.Antara sila-sila pancasila itu saling berkaitan,saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi.sila yang satu mengkuakifikasi sila yang lain.dengan demikian pancasila merupakan sistem.dalam pengertian bahwa bagian-bagian,sila-silanya saling berhubngan secara erat sehingga membentuk suatu sistem yang utuh.pancasila sebagai suatu sistem juga dapat di pahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam pancasila,yaitu pemikiran tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan yang maha Esa,dengan dirinya sendiri,dengan sesam manusi,dnegan masyarakat bansa yang nilai-nilainya telah di miliki oleh bansa indonesia.dengan demikian pancasila merupakan suatu sistem dalam pengertian filsafat sebagaimana sistem filsafat lainnya antara lain meterialisme,idealisme,rasionalisme,liberalisme,sosialisme dan sebagainya.
Kenyataan pancasila yang demikan itu disebut kenyataan objektif,yaitu bahwa kenyataan itu ada pada pancasila sendiri terlepas dari sesuatu yang lain,atau terllepas dari pengetauna orang.kenyataan objektif yang ada dan terlekat pada pancasila,sehingga pancasila sebagai suatu sistem filsafat bersifat khas dan berbeda dan berbeda dengagn sistem-sistem filsafat yang lainnya misalnya liberalisme,materialisme,komunisme dan aliran filsafat lainnya hal ini sebagai ciri khas objektif.Misalnya kita mengamati jenis-jenis logam tertent,emas,perak,tembaga dan lainnya.kesemua jenis logam tersebut mempunyai khas tersendiri.yang kesemuanya itu merupakan suatu sifat objektif yang di miliki oleh beberapa logam tertentu sehingga di sebut sebagai emas,perak,maupaun tembaga.jadi ciri khas yang dimiliki akn menunjukkan jati dirinya.Oleh karena itu pancasila sebagai suatu sistem filsafat akan memberikan ciri khas,yang khusus yang tidak di miliki oleh pada sistem filsafat lainnya
C.Kesatuan Sila-Sila Pancasila
1.Susunan pancasila yang bersifat Hierarkis dan berbentuk piremidial
Susunan pancasila adalalah hierarki dan mempunyai bentuk piramidal.Pengertian matematika piramidialdi gunakan untuk menggambarkan hubungan hierarki dari sila-sila dari pancasila dalam urut-urutan luas(kwantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya(kwalitas).Kalau di lihat dari intinya,urut-urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian tingakat dalam luasnya dan isi sifatnya.Merupakan pengkhususan dari sila-sila yang di maksudnya.jika urut-urutan pancasila dianggap mempunyai maksud demikian,maka diantara lima sila ada hubungan yang mengikat yang satu kepada yang lainnya sehingga pancasila merupakan suatu kesatuan keseluruhan yang bulat.Andai kata urutan-urutan ini dipandang sebagai tidak mutlak.Di antara suatu sila dengan sila yang lainnyya tidak ada sangkut pautnya,maka pancasila itu menjadi terpecah-pecah,oleh karena itu tidak dapat di pergunakan sebagai suatu asas kekrohanian bagi negara.Jikalau tiap-tiap sila dapat di aritkan dalam bermacam-macam maksud,sehingga sebenarnya lalu sama saja dengan tidak ada pancasila
Dalam susunan hirarkis dan piramidal ini,maka ketuhanan yang maha esa menjadi basis kemanusiaan,persatuan indonesia,kerakyatan dan keadilan sosial.Sebaliknya ketuhanan yang maha esa adalah ketuhanan yang berkemanusiaan,yang membangaun,memelihara dan mengembangkan persatuan indonesia,yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial demikian selanjutnya,sehingga tiap-tiap sila mengandung sila-sila lainnya.Dengan demikian di munan gkinkan penyesuaian dengan keperluan dan kepentingan keadaan,tempat dan waktunya,dalam pembicaraaan kita berpokok pangkal atau memusatkan diri dalam hubungan hierarki piramidal semestinya
Secara ontologis kesatuan sila-sila pancasila sebagai suatu sistem bersifat hierarki dan berbentuk piramidal adalah sebagai berikut:bahwa hakikatnya adanya Tuhan adalah ada kera adanya dirinya sendiri.Tuhan sebagai cause piramida.Oleh karena itu segala sesuatu yang ada termasuk manusia ada karena di ciptakan Tuhan atau manusia ada sebagai akibat adanya Tuahan (sila 1).Adapun manusia adalah sebagai subjek pendukung pokok negara,karena negara adalah lemabaga kemanusiaan,negara adalah sebagai persekuatuan hidup bersama yang anggotanya adalah manusia(sila 2).Maka negara adalah sebagai akibat adanya manusia yang bersatu(sila 3).Sehingga terbentuklah persekutuan hidup bersama yang di sebut rakyat.Maka rakyat pada hakikatnya merupakan unsur negara di samping wilayah dan pemerintah.Rakyat adalah sebagai totalitas Individu-individu dalam negara yang bersatu(sila 4).Keadilan pada hakikatnya merupakan tujuan suatu keadilan dalam hidup bersama atau dengan lain perkataan keadilan sosisl(sila 5)pada hakikatnya sebagai tujuan dari lembaga hidup bersama yang di sebut negara
2.Kesatuan sila-sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi
Sila-sila Pancasila sebagai kesatuan daapat di rumuskan pula dalam hubungannya saling mengisi atau mengkualifikasi dalam rangka hubungan hierarki piramidal tadi.Tiap sila-sila seperti telah di debutkan di atas mengandung empat sila lainya,dikualifikasikan oleh empat sila lainya.untuk kelengkapan dari hubungan kesatuan keseluruhan dari sila-sila pancasila dipersatukan dengan rumus hierarki tersebut di atas
- Sila pertama: Ketuhanan yang maha esa adalah ketuhanan yang berkemanusian yang adil dan beradab,yang berpesatuan indonesia,yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan/perwakilan,yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indoneisa
- Sila kedua: kemanusian yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang berketuhanan yang maha esa,yang berpersatuan Indonesia,yang berkerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaaan dalam pepermusyawarat/perwakilan,yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
- Sila ketiaga: persatuan Indonesia adalah persatuan yang berketuhanan yang maha esa,berkemanusiaan yang adil dan beradab,yang berkerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,yang berkeadailan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
- Sila keempat: Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,adalah kerakyatan yang berketuhanan yang maha esa,berkemanusiaan yang adil dan beradab,yang berpesatuan Indonesia,yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
- Sila kelima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan yang berketuhanan yang maha Esa,berkemanusiaan yang adil dan beradab,yang berkerakyatan yang di pimpin oleh hikamat kebijaksanaan/perwakilan.
D.Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat
Kesatuan sila-sila Pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan yang bersifat formal logis saja namun juga meliputi kesatuan dasar Ontologis,dasar epistemologis serta dasar aksiologis dari sila-sila pancasila.Sebagaimana di jelaskan bahwa kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarki dan mempunyai bentuk piramidal,digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarki sila-sila dalam pancasila dalam urut-urutan luas(kuantitas) dan dalam pengertian inilah hubungan kesatuan sila-sila Pancasila itu dalam ariti forma logis.Selain kesatuan sila-sila pancasila itu hierarki dalam hal kuantitas juga dalam hal isi sifatnya yaitu menyangkut makna serta hakikat sila-sila Pancasila. Kesatuan yang demikian ini meliputi kesatuan dalam hal dasar ontologis,dasar epistemologis serta dasar aksiologis dari sila-sila pancasila secara filosofis pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat memiliki,dasar ontologis,dasar epistemologis dan dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialisme,Liberalisme,pragmatisme,komunisme,idealisme,dan lain-lain paham filsafat di dunia
1.Dasar ontologis Sila-sila pancasil
Pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan juga meliputi hakikat dasar dari sila-sila pancasila atau secara filosofis merupakan dasar ontologis sila-sila pancasila.Pancasila terdiri atas lima sila,setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendir,melainkan mempunyai satu dasar kesatuan ontologis.Dasar ontologis pada hakikatnya adalah manusia,yang memiliki hakikat mutlak monopluralis,oleh karena itu hakikat dasar ini juga di sebut sebagai dasar antropologis.Subjek pendukung pokok sila-sila pancasila adalah manusia,hal ini dapat di jelaskan sebagai berikut:Bahwa yang berktuhanan Yang Maha Esa,yang berkemanusiaan yang adail dan beradab,yang berpesatuan,yang berkerakyatab yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial pada hakikatnya adalah manusia.Demikian juga dikalau kita pahami dari segi filsafat negara bahwa pancasila adalah dasar filsafat negara,adapun pokok pendukung negara adalah Rakyat dan unsur rakyat adalah manusia itu sendiri,sehingga tepatlah dalam filsafat Pancasila bahwa hakikatnya dasar antropologis sila-sila Pancasila adalah manusia.
Manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis mempunyai hal-hal yang mutlak,yaitu terdiii dari susunan kodrat,raga dan jiwa jasmani dan rokhani,sifat kodrat manusia adalah sebagai makluk individu dan makluk sosial,serta kedudukan kodrat manusia sebagai kodrat manusia berdiri sendiri dan sebagai makluk Tuhan yang Maha Esa,Oleh karena keduduka kodrat manusia sebagai makluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makluk Tuhan inilah maka secara hierarki sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila yang lainnya
Hubungan kesesuaina antara negara dangan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibad yaitu negara sebagai pendukung hubungan dan Tuhan,manusia,saru,Rakyat,dan adil sebagai pokok pangkal hubungan.Landasan sila-sila pancasila yaitu Tuhan,manusia,satu,rakyat dan adil adalah sebagai sebab adapun negara adalah sebagai akibat
Sebagai suatu sistem filsafat landasian sila-sila Pancasila itu dalam hal isinya menunjukkan suatu hakikat makna yang bertingkat,serta ditinjau dari keluasannya memiliki bentuk piramidal.
2.Dasar Epistemologis Sila-sila pancasila
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya juga merupakan suatu sistem pengetahuan.Dalam kehidupan sehari-hari pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa indonesia dalam memandang realitas alam semesta,manusua,masyarakat,bansa,dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar manusia dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi dalam hidup dan kehidupan.Pancasila dalam pengertian seperti yang demikian ini telah menjadi suatu sistem cita-cita atau keyakinan-keyakinan(belief system) yang telah menyangkut praksis,karena di jadikan landasan bagi cara hidup manusia atau suatu kelompok masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.Hal ini berti filsafat telah menjelma menjadi ideologi.Sebagai ideologi maka pancasil memiliki tiga unsur pokok agar dapat menarik 3 loyaitas dari pendukungnya yaitu: 1.Logos yaitu rasionalitas atau penalrannya,2).Pathos yaitu penghayatan dan 3)ethos yaitu kesusilaannya.Sebagai suatu sistem filsafat serta idealogi maka pancasila harus memiliki unsur rasional terutama dalam kedudukannya sebagai suatu sistem pengetahuan
Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya.Pancasila sebagai suatu idealogi bersumber pada nilai-nilai dasarnya yaitu filsafat pancasila.Oleh karena itu dasar epistemologis pancasila tidak dapat di pisahkan dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.Kalau manusia merupakan basis ontologis dari Pacasila,maka dengan demikian mempunyai implikasi terhadap bangunan epistemologi,yaitu bangunan epistemoogi yang ditempatkan dalam bangunan filsafat manusia
Terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi yaitu:pertama tentang sumber pengetahuan manusia,keduan tentang teori kebenaran pengetahuan manusia,Ketiaga tentang watak pengetahuan manusai.Persoalan epistemologi dalam hubungannya dengan Pancasila dapat dirinci sebagai berikut:
Pancasila sebagai suatu objek pengetahuan pada hakikatnya meloputi masalah sumber pengetahuan pancasila dan susuna pengetahuan Pancala.Tntang sumber pengetahuna Pancaila,sebagaimana dipahmi bersama bahwa sumber pengetahuan pancasila adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa indoneisia sendiri,bukan berasal dari bangsa lain,bukannya hanya merupakan perenungan serta pemikiran seseorang atau beberapa orang saja namun di rumuskan oleh wakil-wakil bangsa indonesia dalam mendirikan negara.dengan lain perkataan bahwa bangsa indonesia adalah sebagai
kausa matearialis Pancasila.
Oleh karena sumber pancasila adalah bangsa indonesia sendiri yang memiliki nilai-nilai adat-istiadat serta kebudayaan dan nilai religius,maka diantara bangsa indonesia sebagai pendukung sila-sila pancasila dengan pancasila sendiri sebagai suatu sistem pengetahuan memiliki kesesuaian yang bersifat korespondensif.
Berikutnya tentang susunan pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.Sebagai suatu sistem pengetahuan maka pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis baik dalam arti susunan sila-sila pancasila maupun isi-sisi arti Pancasila.Susunan kesatuan Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal,dimana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya serta sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila-sila ketiga,kempat dan kelima,sila ketiga didasari dajiwai sila pertama dan kedua serta mendasari dan menjiwai sila-sila kempat dan kelima,dan seterusnya.Demikianlah maka susunan sila-sila Pancasila memiliki sistem logis baik yang menyangkut kualitas maupaun kuantitasnya.Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila.Susunan isi arti Pancasila meliputi tiga hal yaitu:Pertama isi arti pancasila yang umum universal yaitu hakikat sila-sila Pancasila.Isi arti sila-sila Pancasila yang umum universal ini merupakan inti sari atau esensi pancasila sehingga merupakan pangkal tolak derivasi baik dalam pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraaan dan tertib hukum indonesia serta dalam realisasi praktis dalam berbagai bidang kehidupan kongkrit,kedau,isi arti pancasila yang umum kolektif,yaitu isi pancasila sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa indonesia terutama dalam tertib hukum indonesia.ketiga,isi arti pancasila yang bersifat khusus dan kongkrit yaitu isi pancasila dalam realisasi praksis dalam berbagai bidang kehidupan sehingga memiliki sifat yang khusus kongrit serta dinamis
Pembahasan berikutnya adalah Pandangan Pancasila tentang pengetahuan Pancasila.Sebagaimana di jelaskan di muka bahwa masalah espitemology pancasila diletakkan dalam kerangaka bangunan filsafat manusia.Maka konsepsi dasar Ontologis sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia monopluralis merupakan dasar pijak espitemologi Pancasila.menurut Pancasila bahwa hakikat manusia adalah monopluralis yitu hakikat manusia yang mempunyai unsur-unsur pokok yaitu susunan kodrat yang terdiri atas raga(jasmani) dan jiwa (rokhani).Tingakatan raga manusia adalah unsur-unsur;fisi anorganis,vegetatif,anima.Adapun unsur jiwa(rokhani) manusia terdiri atas unsur-unsur potensi jiwa manusia yaitu:akal,yaitu suatu potensi unsur kejiwaan manusia dalam mendapatkan kebenaran pengetahuan manusia.Rasa yaitu unsur potensi jiwa manusia dalam tingkatan kemampuan estetis(keindahan).Adapun kehendak adalah unsur potensi jiwa manusia dalam kaitannya dalam bidang moral atau etika.Menurut Notonogoro dalam sekema potensi rokhania manusia terutama dalam kaitannya dengan pengetahuan akal manusia merupakan sumber daya cipta manusia dan dalam kaitnnya untuk memperoleh pengetahuan yang benar terdapat tingkatan-tinkatan pemikiran sebagai berikut:memoris, reseptif,kritis, dan kreatif.Adapun potensi atau daya untuk meresapkan pengetahuan atau dengan kata lain perkataaan transformasi pengetahuan terdapat tingkatan sebagai berikut:demontrasi,imajinasi,asosiasi,analogi,refleksi,intuis,inspirasi,dan ilham.Berdasarkan tingakatan tersebut diatas maka pancasila mengakui kebebaran rasio yang bersumber pada akal manusia.selain itu manusia mempunyai indra sehingga dalam proses resepsi indra merupkan alat untuk mendapatkan kebenaran pengetahuan yang bersifat empiris.Maka pancasial juga mengakui kebenaran empiris terutama dalam kaitannya dengan kaitanya manusai yang bersifat positif.Potensi yang terdapat dalam diri manusia untuk mendapatakan kebenaran terutama dalam kaiatnya dengan pengetahuan positif pancasila juga mengakui kebenaran pengetahuan pancasila yang bersumber pada intuisi.Manusia pada hakikatnya kedudukan kodratnya adalah sebagai makluk tuhan yang maha esa ,maka sesui dengan sila pertama pancasila epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran wahyu yang bersifat mutlak hal ini sebagai tingkatan kebenaran yang tertinggi.Kebenaran dalam pengetahuan manusia adalah merupakan suatu sintesa yang harmoni antara potensi-potensi kejiwaan manusia yaitu akal,rasa dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi yaitu kebenaran mutlak.Selain itu dalam sila ketiga yaitu persatuan indonesia,Sila kempat kerakyatan yang di pimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta keadailan sosial bagi seluruh rakyat indonesia maka epistemologi Pancasila juga mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makluk individu dan makluk sosila. Adapun sesuai dengan tingkatan sila-sila Pancasila yang bersifat hierarkie dan berbentuk piramidial maka kodrat manusia yang bersumber pada kehendak.Sebagai suatu paham epistemologi maka pancasila mendasarkan pada pandangannya bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingakata pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia
3.Dasar Aksiologi sila-sila Pancasila
Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologi,yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.terdapat berbagai teori tentang nilai dan hal ini sangat tergantung pada titik tolak dan sudu pandangnya masing-masing dalam menentukan nilai dan hierarkinya.Misalnya kalangan matrealis memandang bahwa hakikat nilai yang tertingi adalah nilai material.kalangan hedonis berpendapat bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan.Namund dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat kita kelompokkan dari 2 macam sudud pandang yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karean berkaitan pada subjek pemberi nilai yaitu manusia,hal ini bersifat subjektif namun juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya sesuatu itu memang pada dirinya sendiri memang berniai,hal ini merupakan pandanga dari paham objektivisme,
pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai,hanya nilai macam apa saja yang ada serta bagaimana nilai hubungan tersebut dengan manusia.Banyak pandangan tentang nilai terutama dalam menggolongkan nilai dan penggolongan tersebut amat beraneka ragam tergantung pada sudut pandangnya masing-masing.
Max soheler misalnya mengemukakan bahwa nilai pada hakikatnya berjenjang,jadi tidak sama tingginya dan tidak sama luhurnya.Nilai-nilai itu dalam kenyataannya adal yang lebih tinngi dan ada yang lebih rendah bilamana di bandingakan satu dengan yang lainnya.Sejalan dengan pandangan tersebut,Notonegoro merinci nilai di samping bertingkat juga berdasarkan jenisnya ada yang bersifat material dan non material.Dalam hubungan ini manusia memilik orientasi nilai yang berbeda tergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing.Ada kelompok orang mendasarkan pada orientasi nilai material,namun ada pula yang sebaliknya yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial.Bahkan sesuatu yang nonmaterial itu mengandung nilai yang bersifat mutlak bagi manusia.Nialai-nilai material relatif lebih mudah diukur yaitu menggunakan indra maupaun menggunakan alat pengukur lainnya seperti berat,panjang,lebar,luar dan sebagainya.Dalam menilai hal-hal yang bersifat rokhaniah yang menjadi alat ukur adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indara manusia yaitu cipta,rasa,karsa serta keyakinan manusia.
Menurut Notonegoro bahwa nilai-nilai Pancasila termasuk nilai kerokhanian,tetapi nilai-nila kerokhanian yang mengakui nilai nilai material dan nilai vital.dengan demikian nilai-nilai pancasila yang tegolong nilai kerokhanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengakap dan harmonis yaitu nilai material,nilai vital, nilai kebenaran,nilai keindahan atau estetis,nilai kebaikan atau nilai moral,maupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistematik hierarki.di mana sila pertama yaitu ketuhanan yang Maha Esa sebagai basisnya sampai sila keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.
a.Teori Nilai
Terdapat berbagai macam pandagan tentang nilai dan hal ini sangat tergantung pada titik tolak dan sudut pandangnya masing-masing dalam menentukan tentang pengertian serta hierarki nilai.Misalnya kalangan materalis memandang bahwa nilai tertinggi adalah nilai material,kalangan hedonis menganggap bahwa pandangan tertinggi adalah nilai kenikmatan.Pada hakikatnya segala sesutau itu bernilai,hanya nilai macam apa yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dan penggolongan tersebut amat beraneka ragam,tergantung pada sudut pandang dalam rangka penggolongan itu.
Sebagaimana di jelaskan di muka,Max scheler mengemukakan bahwa nilai-nilai yang ada, tidak sama luhurnya dan sama tingginya Nilai-nilai itu secara senyatanya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah di bandingkan dengan nilai-nilai lainnya.Menurut tinggi rendahnya,nilai-nilai dapat di kelompokkan dalam empat tingkatan sebagia berikut:
- Nilai-nilai kenikmatan: dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan,yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak.
- Nilai-nilai kehidupan: dalam tingkatan ini terdapat nilai-nilai yang penting bagi kehidpuna misalnya kesehatan
- Nilai-nilai kejiwaan;dalam tingkatan ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani meupun lingkungan.Nilai-nilai semacam ini ialah keindahan ,kebenaran,dan pengetahuan murni yang di capai dalam filsafat
- Nilai-nila kerokhanian:dalam tingakat ini terdapat modalitas dari yang suci dan tak suci.Nilai-nilai semacam ini terutama terdiri dari nilai-nilai pribadi
Walter G.everet mengolong-golongkan nilai-nilai manusiawi ke dalam delapan kelompok yaitu:
- Nilai-nilai ekonomis(di tunjukkan oleh harga pasar dan meliputi semua benda yang dapat di belli)
- Nilai-nilai kejasmanian(membantu pada kesehatan,efisiensi,dan keindahan dari kehidupan badan)
- Nilai-nilai hiburan (nilai-nilai permainan dan waktu senggang yang dapat menyumbangakan pada pengayaan kehidupan)
- Nilai-nilai seosial(berasal mula dari pelbagai bentuk perserikatan manusia)
- Nilai-nilai watak(keseluruhan dari kebutuhan kepribadian dan sosial yang diinginkan)
- Nilai-nilai estetis(nilai-nilai keindahan dalam alam dan karya seni)
- Nilai-nilai intelektual(nilai-nilai pengetahuan dan pangajaran kebenaran)
- NILAI-nilai keagamaan
Notonegoro membagi nilai menjadi tiga yaitu:
- Nilai material,yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas
- Nila vital,yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas
- Nilai kerokhanian,yaitu segala sesuatu yang berguana bagi rohani nilai kerokahanian ini dapat di bedakan atas empat macam.
- Nilai kebenaran,yang bersumber pada akal (ratio,budi,cipta) manusia.
- Nilai keindahan,atau nilai estetis,yang bersumber pada unsur persaan manusia
- Nilai kebaikan,atau nilai moral,yang bersumber pada unsur kehendak manusia
- Nilai religius yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak.nilai religius ini bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
Masih banyak lagi cara pengelompokan nilai,misalnya seperti yang di lakukan N.racher,yaitu pembagaian ini bedasarkan pembawaan nilai ,hakikat keuntungan yang di peroleh,dan pula dengan pengelompokan nilai menjadi nilai instrinsi dan ekstrinsik,nilai objektif dan nilai subjekrif nilai positfi dan nilai negatif dan sebagainnya
Dari berbagai macam teori nilai diatas,dapat dikemukakan pula bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berujud material saja,akan tetapi sesuatu yang berwujud nonmaterial atau immaterial.Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangant tinggi dan mutlak bagi manusia.Nilai-nilai material realtif lebih mudah diukur,yaitu dengan menggunakan alat idera maupaun alat pengukur seperti berat,panjang,luas dan sebagainya.sedangkan nilai spritual lebih sulit mengukurnya.dalam menilai hal-hal kerokhanian,yang menjadi alat ukurnya adalh hati nurani manusia yang di bantu alat indera,cipta,rasa,karsa,dan keyakinan manusia.
Notonegoro berpendapat bahwa nilai-nilai Pancasila tergolong nilai-nilai kerokhanian,tetapi nilai-nilai kerokhanian yang mengakui adanya nilai material dan nilai vital.Dengan demikian nilai-nilai Pancasila yang tergolong nilai kerokahanian itu juga mengandung nilai-nilai laiin secara lengkap dan harmonis,baik nilai material,nilai vita,nilai kebenaran,nilai keindahan atau nilai estetis,nilai kebaikan atau nilai moral,maupun nilai kesucian yang sistematis-hierarkhis,yang di mualai dari sila Ketuahanan Yang Maha Esa sebagai dasar sampai dengan sila Keadila sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagi tujuan.
b.Nilai-nilai Pancasila sebagai suatu Sistem
Isi arti sila-sila Pancasila pada hakikatnya dapat dibedakan atas,hakekat pancasila yang umum universal yang merupakan substansi sila-sila pancasila,sebagai pedoman pelaksanaan den penyelenggaraan negara yaitu sebagai dasar negara yang bersifat umum kolektif serta aktualisasi Pancasila yang bersifat khusus dan kongkrit dalam berbagai bidang kehidupan.Hakikat sila-sila Pancasila(substansi Pancasila) adalah merupakan nilai-nilai,sebagai pedoman negara adalah merupakan norma,adapun aktualisasi merupakan realisasi kongkrit Pancasila
Substansi Pancasila dengan kelima silanya yang terdapat pada Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.Prinsip dasar yang mengandung kualitas tertentu itu merupakan cita-cita dan harapan atau hal yang ditunjukkan oleh bangsa Indonesia untuk diwujudkan menjadi kenyataan real dalam kehidupannya,baik dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.Namaun di samping itu,prinsip-prinsip dasar tersebut sebenarnya juga diangkat dari kenyataan real.Prinsip-prinsip tersebut telah menjelma dalam tertib sosial,tertib masyarakat dan tertib kehidupan bangsa indonesia,yang dapat di temukan dalam adad istiadad,kebudayaan dan kehidupan keagamaan atau kepercayaan bangsa Indonesia .Secara demikian pula,sesuai dengan isi yang terkandung di dalam Pancasila itu,yang mengandung tiga masalah pokok dalam kehidupan manusia indonesia yaitu bagaimana "seharusnya" manusia itu terhadap tuhan,dirinya sendiri dan segala sesuatu di luar dirinya,maka dalam hal ini dapat di ketahui adanya implikasi nilai-nilai moral.Dengan demikian substansi Pancasila itu merupakan nilai,yang harus dijabarkan lebih lanjut ke dalam suatu norma dan selanjutnya direalisasikan dalam kehidupan nyata.
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila I sampai dengan sila V Pancasila merupakan cita-cita, harapan, dambaan bangsa indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya.Sejak dahulu kala nilai-nilai itu selalu didambakan,di cita-citakan bangsa indonesia agar terwujud dalam masyarakat yang tentram, karata raharja, gemah ripah loh jiwani, dengan penuh harapan diupayakan terealisasi dalam sikap,tingkah laku dan perbuatan manusia indonesia.Namun seperti yang telah diuraikan pada sebagian-sebagian sebelumnya, Pancasila yang pada tahun 1945 secara formal diangkat menjadi da sollen bangsa indonesia, sebenarnya dianggap dari kenyataan real yang berupa prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan dan kehidupan keagamaan dan kepercayaan bangsa indonesia, Pancasila Driyarkara menyatakan bahwa bagi bangsa indonesia, Pancasila merupakan Sein im Sollen. Ia merupakan harapan, cita-cita, tetapi sekaligus adalah kenyataan bagi bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia dalam hal ini merupakan pendukung nila-nilai pancasila.Bangsa indonesia yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang perpersatuan, yang berkerakyatan dan yang berkeadilan sosial. Sebagai pendukung nilai, bangsa Indonesia itulah yang menghargai, mengakui, menerima pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. Pengakuan, Penghargaan dan penerimaan pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan nampak menggejala dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan bangsa indonesia. kalau pengakuan, penerimaan atau penghargaan itu telah mengejala dalam sikap, tingkah laku perbuatan manusia dan bangsa Indonesia, maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan manusia Indonesia.